Ini cerita tentang seorang auditor yg bertubuh subur, muda n ganteng. Pada saat masuk kantor setelah memeriksa Pelindo II Cabang Lampung, si audtor diliatin ama Bos Kantor Akuntan Publik yg sdg baca koran.
Bos : “He, kapan datang?”
Auditor : “Sabtu kemarin, pak”
Bos : “Gimana obrik. Pelit, gak?”
Auditor : “Enggak, pak”
Bos : “Pelayanannya?”
Auditor : “Lengkap, pak”
Bos : “Pantas kamu tambah mancung”
Auditor : “???” sambil memegang hidungnya yg mancung ke dalam.
Bos : “Memangnya yg bisa mancung cuma hidungmu?! Tuh, yg tambah mancung perutmu.”
Selanjutnya tambah makmur di Kesempatan Emas.
Selanjutnya tambah makmur di Kesempatan Emas.