Selasa, 16 Desember 2008

Tambah mancung

Ini cerita tentang seorang auditor yg bertubuh subur, muda n ganteng. Pada saat masuk kantor setelah memeriksa Pelindo II Cabang Lampung, si audtor diliatin ama Bos Kantor Akuntan Publik yg sdg baca koran.

Bos : “He, kapan datang?”

Auditor : “Sabtu kemarin, pak”

Bos : “Gimana obrik. Pelit, gak?”

Auditor : “Enggak, pak”

Bos : “Pelayanannya?”

Auditor : “Lengkap, pak”

Bos : “Pantas kamu tambah mancung”

Auditor : “???” sambil memegang hidungnya yg mancung ke dalam.

Bos : “Memangnya yg bisa mancung cuma hidungmu?! Tuh, yg tambah mancung perutmu.”

Selanjutnya tambah makmur di Kesempatan Emas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar